NEWS LINK

Loading...

Jumat, 11 Januari 2013

Semarak Deklarasi Pancani – Zain



Bukti Antusiasme Masyarakat Atas Pasangan Putri dan Putra Daerah Barito Timur

 

Tamiang Layang – Setelah dinyatakan bisa maju dan mendapat dukungan dari berbagai kalangan dan elemen masyarakat serta Partai Politik (Parpol) di Kabupaten Barito Timur, akhirnya pasangan Pancani – Zain Alkim yang berjargon PAZ resmi mendeklarasikan diri berpasangan untuk maju dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah (Pilkada) periode 2013- 2018 mendatang.

Pancani - Zain (PAZ) saat deklarasi bersama 20 Parpol
Pendukung di GPU Mantawara Senin (7/1/2012) lalu.
Anton Kusdarmanto, Ketua Tim Pemenangan pasangan Pancani Gandrung SH MSi dengan Drs H Zain Alkim yang dikenal dengan sebutan PAZ mengatakan , pihaknya akan mendaftarakan Pancani  - Zain ke KPU Kabupaten Bartim untuk maju sebagai pasangan   Bupati Bartim dan Wakil Bupati Bartim untuk periode 2013-2018 pada  Selasa (8/1/2013).

“Kita akan daftarkan besok  pukul 14.00 WIB,” katanya, Senin (7/1/2013) lalu di GPU Mantawara Tamiang Layang.

Dalam deklarasi tersebut, Partai pengusung keseluruhan berjumlah sekitar 20 partai politik terdiri dari PAN, PPP, PDS, PBB, Demokrat, Partai Karya Perjuangan,Gerindra  diikuiti 13 Partai Gurem, dengan dipadati ribuan orang simpatisan serta pengurus partai pengusung. 

Dalam sabutannya, Pancani mengatakan, dirinya merupakan salah satu putri berdarah dayak ma’anyan yang siap membangun tanah kelahirannya. Bekal yang dibawa, Panca Program dan Panca Sukses yang mendapat sambutan antusias dari berbagai kalangan masyarakat serta ketua Partai Politik.

“Kita disini bersatu untuk membangun kabupaten  bartim, dengan tulus ikhlas dan bekerja keras,” katanya didampingi Zain Alkim.

Sementara Zain Alkim menyerukan, berdasarkan pengalamannya selama 10 tahun membangun bartim, maka diorinya siap mengawal pembangunan bersama Pancani untuk periode akan datang. 

“Kalau ingin mencari kekayaan, harta dan kekuasaan maka bukan Bartim tempatnya. Selama pembangunan 10 tahun, silakan  masyarajat sendiri yang menilai, kekayaan maupun kekuasaan bukan keinginan saya untuk maju di Pilkada Bartim, tapi masih banyak pembangunan yang perlu dikawal,”ungkapnya.

usai memberikan sambutan dan arahannya, Pancani dan Zain disambut dengan yel-yel PAZ......PAZ...... PAZ........ Pasti Menang.

Jumat, 04 Januari 2013

Review Hasil Pembangunan Untuk Perbaikan ditahun 2013



Tamiang Layang - Bupati Bartim Drs H Zain Alkim, dalam acara malam pisah sambut tahun baru 2012-2013 mengatakan, banyak hal yang harus dilihat ulang (review). Mulai tahun 2002 hingga saat ini, dimana banyaknya hasil pencapaian pembangunan yang telah direalisasikan dan juga peningkatan anggaran APBD Kabupaten BArtim.
Drs H Zain Alkim
Bupati Bartim

Lanjutnya, seperti halnya pada 2003 lalu, APBD Kabupaten BArtim hanya berkisar Rp. 75 milyar, dimana pasa saat tersebut Pemkab BArtim harus berjuang untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur perkantoran , jalan dan jembatan.

“APBD Rp.75 Milyar hanya cukup untuk bayar gajih PNS pada saat itu. Kini APBD BArtim mencapai Rp. 500 Milyar, infratsruktur perkantoran untuk pelayan publik telah dibangun dan kini saatnya untuk peningkatan infrastruktur di pedesaan,” tegas Zain Alkim, di malam penghujung tahun 2012 kemarin.

Selian itu, target pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah kabupaten BArtim yakni penyelesaian pembangunan Pasar Semi Modern dan pembangunan pusat perbelanjaan (Swalayan) di Kecamatan Dusun Tengah. Sedangkan pembangunan yang dilaksanakan bekerjasama dengan pihak investor yakni pembangunan PLTU di Desa Jaweten Kecamatan Dusun Timur, pembangunan Pabrik karet di desa Tampa Kecamatan Paku.

Menurutnya, jika krisis energi listrik  telah terjawab dengan telah realisasinya PLTU beriringan dengan pembangunan pasar semi modern dan pabrik karet, maka akan tercipta peningkatan ekonomi masyarakat.

Karena berdekatan dengan pelantikan pejabat, ketua DPRD BArtim Fristio S.Sos mengingatkan, jabatan merupakan amanah dari seorang kepala daerah. Karena itu, bagi kepala SKPD yang tidak mampu bekerja kiranya bisa mengundurkan diri dari jabatannya, satu SKPD tidak bisa bekerja akan mempengaruhi SKPD lainnya.

“Saat ini, fenomena jabatan kepala SKPD menjadi rebutan , namun jabatan tersebut harus dibarengi dengan kemampuan kinerja sehingga program pembangunan yan ingin dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Bartim bisa tercapai,” katanya.

Menurutnya, DPRD secara kelembagaan merupakan mitra kerja dari eksekutif untuk mengawal pembangunan. Sebab, semua orang pastinya ingin kabupaten Bartimini lebih maju dan terus berkembang. (tm)

Eskop Jadi Sekda Bartim









Ir Eskop saat melaksanakan sumpah
dan  janji Pejabat struktural  di lingkup
Pemerintah Kabupaten Bartim
sebagai Sekda.
Tamiang Layang - Setelah 90 hari lamanya posisi sekretaris daerah (sekda) kabupaten Barito Timur diisi pejabat pelaksana tugas, Senin (31/12), posisi tersebut diisi oleh pejabat definitif bersamaan dengan pelantikan pejabat Eselon II, III dan IV.

Melalui serangkaian tes yang memakan waktu tak kalah lama, akhirnya Ir. Eskop MM terpilih sebagai Sekda Kabupaten Bartim definitif menyisihkan kandidat lainnya. Sebelumnya, Eskop menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan peternakan (Distanakan) kemudian menjadi Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun).

Dikatakan Bupati Bartim Drs H Zain Alkim dalam sambutannya, pelantikan hari ini merupakan jawaban atas penantian dan berbagai polemik yang muncul karenanya. Jabatan sekda merupakan tugas yang berat untuk diemban karena dia harus mampu meningkatkan kompetensi aparatur supaya menjadi SDM berkualitas.

Untuk itu, ditegaskan Zain Alkim, kepada pejabat eselon II, III dan IV yang baru saja dilantik, diharapkan pula menunjukkan prestasi yang cukup memuaskan pada tahun 2013.

“Pengambilan sumpah dan janji pejabat struktural memang memerlukan waktu yang cukup panjang. Sebab, perlu banyak pertimbangan-pertimbangan serta penilaian tolak ukur kinerja yang tercapai dengan baik,” katanya.

Mutasi Jabatan, lanjutnya, bukan karena hukuman atau karena politik. Akan tetapi, adanya penilaian terhadap target kinerja yang dinilai tidak sesuai dengan target yang dicapai oleh yang bersangkutan.

Kepada Eskop, Zain menerangkan tugas berat lain yang menanti ialah menggenjot kinerja pegawai, utamanya di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD). Seluruh pegawai pun diharuskan memiliki disiplin dalam kinerja dan pelaksanaan anggaran. 

Dari pantauan Spirit Barito, pejabatan Eselon II yang dilakukan mutasi yakni, Drs Argianto yang semula menjabat sebagai Sekretaris DPRD menjadi Kepala dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menggantikan Drs Haryunaedi yang dilantik menjadi Sekretaris DPRD Bartim.

Sedangkan kepala Dinas Pertambangan dan energi (Distamben) Drs M Yamin digantikan oleh Muslim Raharjo yang semula menjabat sekretaris Distamben. M Yamin untuk sementara tidak memiliki jabatan karena target kinerja pada Distamben tidak tercapai.

Demikian pula Cilikman Jakri yang semula menjabat sebagai Asisten III Bidang Administrasi , digantikan Drs Murjani yang semula kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH). Sedanhgkan jabatan keala BLH dijabat Patt Budiman yang semula menjabat sekretaris Badan Kepegawaian daerah.  Dra Lisanggana yang semula menjabat sebagai Asisten II digantikan oleh Andrey dulu yang sebelumnya menjabat Asisten I. Dra Lisanggana kini menjadi Kepala Dinas Sosial untuk menggantikan kadis sebelumnnya yang pensiun. (tm)

Antrean Solar Terus “Membengkak”



Tamiang Layang - Antrean panjang kendaraan bermotor jenis Pick Up, Kijang, Phanter, Hard Top, Jeep dan truk yang membeli solar di jalan-jalan umum menuju stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan A Yani Desa Jaar Bartim , hingga Sabtu (29/12) mengalami peningkatan pada tiap harinya. Hal ini menandakan pengecer Bahan Bakar Minyak (BBM) kian meningkat drastis.

Harusnya, kondisi ini memicu makin maraknya penjualan solar secara eceran di beberapa titik di Tamiang Layang , terutama yang lokasinya tak jauh dari lokasi SPBU. Namun, kondisi berbalik seratus delapan puluh derajat. Bahkan sangat sulit dijumpai kalau ada pengecer BBMyang menjuual solar di beberapa titik di Tamiang Layang. Padam umumnya menjual premiun atau bensin.

Hal ini membuat warga Tamiang Layang berpendapat negatif atas panjangnya antrean truk itu. Sebab, kouta solar sebanyak 10 ribu liter yang diantar habis dalam kurun waktu setengah hari saja. Selain itu, panjangnya antrean juga mengganggu pengendara yang ingin melintas.

"Hanya setengah hari, solar yang baru diantar 10 ribu liter habis terjual. Diperkirakan pengantre 60 persennya adalah pelangsir yang menjual kembali solarnya. Namun, dibeberapa kios BBMmalah sulit dijumpai solar eceran. Kalau dipikir-pikir aneh juga,” kata Agus (37) warga desa Jaar, Sabtu akhir pekan kemarin.

Terpisah, Briano warga Tamiang Layang mengungkapkan, kalau solar yang ”dijajal” pelangsir dilarikan ke perusahaan pertambangan untuk sarana angkutan pertambangan.

“Yang saya tahu demikian. Biasanya ada yang membeli langsung dari pelangsir dengan harga Rp.6000,- hingga Rp.7000,- per liter dan dijual kembali ke pihak perusahaan angkutan tambang,” ungkapnya.

Menurutnya, bagaimana tidak, usaha menjadi pelangsir BBM solar sangat menjanjikan. Sebab, berdasakan pengakuan Briano sendiri berdasarkan informasi dari temannya, penghasilan rata-rata per hari mencapai Rp.300 ribu rupiah. (tm)