NEWS LINK

Loading...

Senin, 05 November 2012

Bank Kalteng Sumbang 20 Tong Sampah


Tamiang layang-Sebanyak 20 (dua puluh ) tong sampah dari Bank Kalteng  Cabang Tamiang Layang, Barito Timur (Bartim), dierahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum melalui Bidang Cipta Marga. Penyerahan tong sampah tersebut merupakan bentuk  kepedualian Bank Kalteng terhadap kebersihan lingkungan kota tamiang layang dalam bentuk kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Diharapkan, tong sampah tersebut memberikan  manfaat positif untuk pengelolaan sampah yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Pimpinan Cabang Bank kalteng cabang Tamiang Layang, Yulianson SMn kepada Tabengan mengatakan, melalui  CSR diharpakan dapat mendidik dan  menyuport kesadaran masyarakat tentang kebersihan.

Dijelaskan yulianson, CSR tersebut merupakan program dari peringatan Ultah Bank kalteng se-Kalteng yang menginjak usianya 51 tahun. Dimana kedepan, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bartim untuk memberikan CSR lain yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan.

“Bantuan yang kita berikan diharapkan bisa membantu pemerintah daerah dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat secara umum,” harapnya.

Sementara kepala Bidang Cipta Marga Dinas Pekerjaan Umum Bartim Eko Sudibyo mengatakan, bantuan berupa tong sampah tersebut akan dioptimalkan untuk melekatkan sifat budaya bersih dan membuang sampah pada tempatnya kepada  masyarakat .

Menurutnya, penambahan kuota tong pembuangan sampah di Bartim, sangat membantu pihaknya dalam mensosialisasikan kebersihan pada lingkungan. Selain mengurangi pembuangan sampah sembarangan, lantaran kuantitas sampah yang setiap harinya semakin bertambah. Tong sampah tersebut diharapkan  dapat mengoptimalkan dan egfektifitas kinerja petugas kebersihan dalam mengangkut sampah dilapangan.

Dijelaskan Eko, tong sampah rencanaya akan dipusatkan sepanjang Jalan Ahmad Yani, dari depan rumah Jabatan Bupati Bartim di wilayah Desa Matabu, hingga Simpang Tumpa Dayu. Penempatan akan segera dilakukan dua hari kedepan.

Dirinya mengakui, pengelolaan sampah di Bartim saat ini, minim dari sarana prasarana serta tenaga pekerja. Sementara kuantitas sampah yang setiap hari menumpuk, terkadang lalai untuk dibersihkan para pekerja karena kurangnya armada serta fasilitas pendukung.

“Jadi dengan CSR yang diberikan ini, kita sedikit terbantu dalam memberikan ruang bagi pembuangan sampah dikalangan masyarakat,” tukasnya. (aditya)