NEWS LINK

Loading...

Minggu, 04 Maret 2012

Pasar semi Modern Tamiang Layang, Wujud Pengembangan Ekonomi Masyarakat




Tamiang Layang, Tabengan.

Bupati Barito Timur Drs H Zain Alkim, Sabtu (3/3) akhir pekan kemarin mengatakan, menjelasng mas aakhir jabatannya bersama wakil Bupatti Bartim Yuren S Bahat pada 2013, telah merasakan kebanggaan yang mendalam, yakni meninggalkan karya terbaik bagi Kabupaten Barito Timur, diman salah satuny adalah Pasar Semi Modern  Tamiang Layang (PSM-TL).

Pembangunan Pasar Semi Modern Tamiang Layang di warnai dengan Ritual Adat oleh Para Damang Kepala Adat agar dalam pelaksanaannya bisa lancar dan tidak ada kecelakaan dalam bekerja. Photo : Habibullah
“Menjelang masa jabatan Saya bersama wakil Bupati Bartim berakhir pada 2013, saya ingin meninggalkan karya terbaik bagi Barito Timur, salah satunya pasar semi modern Tamiang Layang dengan anggaran Rp.24,8 miliar lebih,” katanya, saat memberikan sambutan akhir pekan pertama Maret kemarin.

Jelasnya, mega proyek yang dibangun dengan sistem jamak atau multiyears itu, diharapkan menjadi kebanggan bersama seluruh masyarakat Kabuapten Bartim, dan bangunan pasar tersebut nantinya bisa menjadi momentum bagi peningkatan perekonomian Barito Timur yang berbasis ekonomi kerakyatan.

Sehingga, tambah orang nomor satu di Kabupaten Bartim itu, kegiatan perdagangan lokal dan regional akan semakin meningkat, dimana pada akhirnya nanti akan memberikan dampak positif pada pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bartim.

Bupati Zain juga berharap, dalam pelaksanaan pembangunan Pasar Semi Modern Tamiang Layang tersebut  bisa berjalan dengan baik dan lancar serta selesai tepat waktu pada 27 Juni 2013 nanti, karena telah dilaksanaan Pelaksanaan Ritual Adat sesuai budaya masyarakat Bartum yang dilaksanakna oleh pada Damang kepala Adat Bartim dan dilaksanakanny aDo’a bersama dengan harapan berjalan dengan selamat dan lancar tidak ada kecelakaan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Kepada PT Rizky Setia Abadi (RSA) selaku kontraktor pelaksanan, diharapkan bisa bekerja dengan maksimal dan menerima tenaga kerja lokal sesuai dengan kemampuan pekrjaan dan memperhatikan keselamatan kerka serta selalu bersosialisasi dengan amsyarakat sekitar.

“Selain itu, pihak kontraktor juga secara khusus pada saat pemancangan tiang pancang agar tidak bekerja pasa saat-saat tertentu seoerti Ibadah Jum’at, Ibadah minggu dan pekerjaan malam hari bisa dibatasi hingga pukul 21.00 WIB malam, sebab masyarakat sekita bisa terganggu,” pinta Zain.

Kepada Dinas Pekerjaan Umum, baik PPK, PPTK dan Pengawas , diharapkan bisa berkordinasi dengan baik dalam pengawasan dan mengendalikan pekerjaan kontruksi bangunan, sehingga kualitas dan mutu bangunan tetap terjaga dengan baik.

Sedangkan kepada masyarakat, Zain meminta agar masyarakat sekitar lokasi bangunan Pasar Semi Modern dapat mendukung sepenuhnya pembangunan yang ada dengan tidak memasuki lokasi bangunan saat bekerja, karena banyak peralatan kerja yang dapat membahayakan keselamatan diri.
(Habibullah)